
Menurutnya, persoalan sampah makanan saat ini menjadi perhatian serius, terutama di lingkungan sekolah yang telah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menjelaskan, di sejumlah sekolah masih ditemukan makanan yang tidak habis dikonsumsi siswa, sementara wadah makanan yang digunakan tidak dapat dibawa pulang.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi menyebabkan makanan tersisa menjadi terbuang apabila tidak dikelola dengan baik.
“Karena itu TP PKK hadir memberikan solusi melalui pembagian kotak makan. Jika makanan belum habis, anak-anak bisa membawanya pulang dan mengonsumsinya kembali sehingga tidak ada makanan yang terbuang,” jelasnya.
Selain pembagian kotak makan, TP PKK Kota Makassar juga menghadirkan pemateri dari Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar dan Komunitas Artani untuk memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya mengurangi pemborosan pangan dan pengelolaan sampah organik.
Para siswa juga diperkenalkan dengan berbagai metode pengolahan sampah organik, mulai dari pembuatan kompos, pemanfaatan biopori, hingga penggunaan maggot untuk membantu mempercepat penguraian sampah organik.





