
Temuan kembali Hiu Gangga di Sungai Sesayap pada 2023 sekaligus menjadi catatan penting, mengingat kemunculan terakhir spesies ini di wilayah Kalimantan sebelumnya tercatat di Sungai Kinabatangan, Malaysia, pada 2003.
Melalui penguatan kolaborasi internasional, riset berbasis sains, serta pendekatan konservasi yang inklusif, Unhas terus mendorong lahirnya model tata kelola lingkungan yang tidak hanya berorientasi pada perlindungan biodiversitas, tetapi juga berpihak pada kehidupan sosial-ekonomi masyarakat lokal.
Dari Sungai Sesayap, langkah kecil itu kini menjadi pesan besar tentang bagaimana ilmu pengetahuan, kolaborasi, dan kepedulian dapat berjalan bersama menjaga masa depan ekosistem Indonesia. (*/pnliti/mir)





