
“Ini berkat dukungan dan sosialisasi dari Pak Camat, Perumda Pasar, serta organisasi masyarakat yang ikut membantu menyampaikan kepada para pedagang,” katanya.
Ia menjelaskan, langkah relokasi menjadi bagian dari program penataan kota yang dijalankan Pemerintah Kota Makassar guna menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertib, bersih, aman, dan terorganisir tanpa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain mengurai kemacetan di kawasan Veteran dan Pasar Kalimbu, pemindahan aktivitas bongkar muat ke Terminal Malengkeri juga diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli karena distribusi barang kini dipusatkan di area yang memiliki pengaturan lalu lintas lebih baik.
Perumda Terminal, lanjut Elber, telah menyiapkan area khusus bongkar muat bagi kendaraan pengangkut barang dagangan sekaligus menerapkan sistem zonasi untuk memastikan aktivitas distribusi berjalan lancar.
Berdasarkan data awal dari Perumda Pasar, jumlah kendaraan pedagang yang diperkirakan masuk sekitar 308 unit. Namun dalam pelaksanaannya, jumlah kendaraan yang beroperasi meningkat hingga mendekati 400 unit.





