
“Kami memang menyiapkan skema awal sekitar 300 kendaraan, tetapi realisasinya hampir 400 kendaraan masuk,” jelasnya.
Karena itu, pihaknya melakukan penataan per blok dan pengaturan zona parkir agar seluruh kendaraan tetap dapat terakomodasi dengan baik selama aktivitas pasar berlangsung.
Elber menambahkan, peningkatan jumlah kendaraan terjadi karena tidak hanya pedagang dari kawasan Pasar Kalimbu/Kubis yang masuk beroperasi di Terminal Malengkeri.
Meski demikian, pihaknya tetap mengedepankan pendekatan pelayanan yang humanis agar seluruh aktivitas perdagangan dapat berjalan tertib tanpa mengganggu operasional terminal.
“Terminal ini prinsipnya fasilitas pelayanan. Karena itu kami tetap berupaya mengakomodasi para pedagang dengan pengaturan yang baik agar semua bisa terlayani,” tuturnya.
Ia menyebut, tantangan terbesar saat ini bukan lagi pada jumlah pedagang, melainkan pengaturan arus kendaraan pembeli yang ikut masuk ke area terminal saat aktivitas bongkar muat berlangsung.
Menurutnya, sebagian besar pembeli datang menggunakan kendaraan roda empat untuk langsung mengambil barang dagangan dari langganan mereka, sehingga membutuhkan pengaturan sirkulasi kendaraan yang lebih ketat.





