
Ia menilai kebiasaan tersebut merupakan bagian dari ekspresi budaya lokal yang telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi warna tersendiri dalam tradisi penyambutan jemaah haji di Sulawesi Selatan.
“Itu merupakan bagian dari budaya masyarakat Bugis-Makassar. Kami tidak melarang karena menjadi salah satu ciri khas yang telah lama dikenal dalam tradisi penyambutan jemaah haji,” katanya.
Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau para jemaah agar senantiasa mengedepankan nilai-nilai kesederhanaan, kesopanan, dan menjaga citra baik sebagai haji dan hajjah setelah menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Debarkasi Makassar tahun ini dijadwalkan menerima ribuan jemaah haji dari berbagai daerah di kawasan Indonesia Timur secara bertahap sesuai jadwal pemulangan yang telah ditetapkan.
Kepulangan Kloter 1 menjadi awal rangkaian proses debarkasi yang akan berlangsung selama beberapa pekan ke depan.
PPIH Debarkasi Makassar berharap seluruh proses pemulangan jemaah dapat berjalan lancar, aman, dan tertib hingga seluruh jemaah kembali berkumpul bersama keluarga di daerah masing-masing. (*)





