
“Karena lahan pertanian kami terbatas, maka teknologi pertanian modern menjadi kebutuhan. Greenhouse berbasis IoT bisa menjadi solusi karena lebih adaptif terhadap perubahan cuaca dan dapat berjalan berdampingan dengan pertanian konvensional,” ujarnya.
Selain teknologi budidaya, Munafri juga menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur penyimpanan pangan di kawasan perkotaan. Ia mengusulkan pembangunan fasilitas gudang penyimpanan dan cold storage untuk menjaga ketersediaan pasokan serta mengurangi risiko kerusakan komoditas pangan.
“Kota seperti Makassar membutuhkan storage dan cold storage yang memadai, terutama untuk komoditas yang mudah rusak. Ini penting untuk menjaga ketersediaan pangan masyarakat,” katanya.
Tak hanya itu, Munafri turut mengusulkan pengembangan tanaman sagu di sepanjang bantaran sungai yang melintasi Kota Makassar. Menurutnya, sagu memiliki potensi besar sebagai sumber pangan alternatif sekaligus berfungsi menjaga kelestarian lingkungan kawasan sungai.
“Kami ingin mendorong penanaman kembali pohon sagu di bantaran sungai. Selain menjaga lingkungan, sagu juga dapat menjadi sumber pangan alternatif yang mendukung ketahanan pangan daerah,” jelasnya.





