
Pada kesempatan yang sama, Direktur Hasanuddin Center for Tobacco Control and NCD Prevention (Hasanuddin Contact), Ridwan Amiruddin, mengatakan peringatan HTTS 2026 menjadi bagian dari upaya pendampingan yang dilakukan pihaknya dalam mendukung Makassar sebagai kota layak anak, kota sehat, dan kota yang aman bagi seluruh masyarakat.
Menurutnya, penguatan pengendalian tembakau membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, fasilitas layanan kesehatan, hingga masyarakat.
“Acara ini merupakan bagian dari upaya pendampingan Hasanuddin Contact dalam mengawal Kota Makassar menjadi kota layak anak, kota sehat, dan kota yang aman,” ujarnya.
Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat serta menekan angka perokok, khususnya di kalangan generasi muda.
Melalui penyusunan road map bebas asap rokok tersebut, Munafri berharap kualitas kesehatan dan kehidupan masyarakat Makassar dapat terus meningkat di masa mendatang. (*)





