
Ia menjelaskan, hasil sensus akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai struktur ekonomi daerah, perkembangan dunia usaha, potensi sektor unggulan, hingga berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha.
Di tengah pertumbuhan sektor UMKM, ekonomi kreatif, dan ekonomi digital yang terus berkembang, data yang dihasilkan akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif, terukur, dan sesuai kebutuhan masyarakat maupun pelaku usaha.
Sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur, kata Munafri, Makassar membutuhkan data yang valid dan dapat dipercaya untuk mendukung proses perencanaan pembangunan berbasis bukti (evidence-based policy).
Dengan dukungan data yang kuat, pemerintah dapat mengidentifikasi sektor-sektor potensial untuk dikembangkan sekaligus menentukan intervensi yang tepat bagi sektor yang masih memerlukan penguatan.
“Sensus Ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan, tetapi misi strategis nasional agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar berangkat dari kondisi dan kebutuhan nyata di lapangan,” katanya.
Selain menjadi dasar penyusunan kebijakan, data hasil sensus juga dinilai penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan kompetitif serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.





