
Ia menekankan pentingnya menjadikan rumah ibadah sebagai pusat interaksi yang mendorong tumbuhnya semangat kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk. Dengan demikian, nilai-nilai toleransi tidak hanya diwujudkan dalam bentuk penghormatan terhadap perbedaan, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Munafri juga mengingatkan bahwa toleransi merupakan salah satu fondasi utama dalam menjaga stabilitas daerah. Karena itu, capaian Kota Makassar yang saat ini masuk dalam jajaran 10 kota paling toleran di Indonesia perlu dipertahankan dan terus ditingkatkan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, kehidupan sosial yang harmonis akan menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan investasi dan pembangunan daerah. Stabilitas yang terjaga akan memberikan rasa aman bagi pelaku usaha serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Atas nama Pemerintah Kota Makassar, ia menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Zhen An Kong Makassar yang telah berkontribusi menghadirkan rumah ibadah tersebut. Keberadaan Cetiya Zhen An Kong diharapkan tidak hanya menjadi pusat pembinaan spiritual umat Buddha, tetapi juga menjadi simbol persatuan dalam keberagaman yang terus tumbuh di Kota Makassar.





