
“Pengurangan sampah dari sumber menjadi prioritas. Saat ini DLH juga sedang melakukan penutupan lahan TPA seluas 12 hektare yang sudah mengalami kelebihan kapasitas. Karena itu, partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Tallo Andi Husni menyampaikan komitmennya untuk terus memperluas program urban farming hingga mencapai 100 lokasi. Ia juga mengembangkan konsep stan urban farming terintegrasi yang diharapkan menjadi pusat edukasi sekaligus pemasaran hasil pertanian warga.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Husni mengungkapkan rencana menjadikan Jalan Ade Irma sebagai pusat Pasar Tani dan Pasar Murah mingguan yang juga berfungsi sebagai kawasan olahraga dan Car Free Day bagi masyarakat.
Usai peluncuran program, Melinda bersama rombongan meresmikan Sentra Tukar Sampah yang berlokasi tidak jauh dari tempat acara. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan meninjau Pasar Tani Kecamatan Tallo yang menampilkan berbagai hasil urban farming masyarakat.
“Pasar tani ini menjadi bukti bahwa gerakan lingkungan tidak berhenti pada pengelolaan sampah saja. Ketika sampah dapat diolah, lahan dapat dimanfaatkan, dan hasilnya memiliki nilai ekonomi, maka manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini yang ingin terus kita kembangkan di seluruh wilayah Kota Makassar,” tutup Melinda.





