
“Tadi kami mencoba melihat langsung di sistem, calon siswa memiliki lima pilihan sekolah. Ada beberapa sekolah negeri dan juga sekolah swasta yang muncul sebagai pilihan. Ini memberikan kesempatan yang lebih luas bagi peserta didik untuk mendapatkan sekolah sesuai dengan lokasi domisilinya,” tuturnya.
Achi menegaskan bahwa prinsip utama Jalur Domisili adalah kedekatan jarak antara tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah tujuan. Sistem akan membaca jarak berdasarkan data kependudukan yang tercantum dalam kartu keluarga sehingga proses seleksi dapat berjalan lebih objektif dan transparan.
“Sistem akan membaca jarak berdasarkan data yang tercantum dalam kartu keluarga sehingga proses seleksi dapat berjalan lebih objektif dan transparan,” terangnya.
Terkait potensi kendala yang dihadapi masyarakat saat melakukan pendaftaran, Achi memastikan Dinas Pendidikan Kota Makassar telah menyiapkan berbagai kanal layanan bantuan. Hingga hari pertama pelaksanaan, belum ditemukan kendala signifikan yang menghambat proses pendaftaran, meski beberapa orang tua masih membutuhkan pendampingan dalam penggunaan aplikasi.





