
“Kami turun langsung untuk melihat bagaimana kesiapan sekolah dalam pelaksanaan jalur domisili. Alhamdulillah, dari hasil pemantauan, kesiapan panitia dalam melakukan verifikasi berkas pendaftaran berjalan dengan baik,” ujarnya.
Menurut Achi, pelaksanaan Jalur Domisili yang dibuka pada 22 hingga 26 Juni 2026 mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Tingginya minat pendaftar pada hari pertama menunjukkan bahwa orang tua dan calon peserta didik telah mempersiapkan diri sejak jauh hari dengan melengkapi seluruh persyaratan administrasi yang dibutuhkan.
Ia menjelaskan, dokumen seperti kartu keluarga, akta kelahiran, dan dokumen pendukung lainnya menjadi syarat utama yang harus dipenuhi dalam proses pendaftaran jalur domisili.
“Minat masyarakat cukup tinggi pada hari pertama pendaftaran. Ini menunjukkan bahwa orang tua dan calon peserta didik sudah mempersiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan sejak awal,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Achi juga meninjau langsung sistem pemilihan sekolah melalui aplikasi Lontara Plus Pendidikan. Ia menjelaskan, calon peserta didik diberikan kesempatan memilih hingga lima sekolah, baik sekolah negeri maupun sekolah swasta yang telah terintegrasi dalam sistem.





