
Menurutnya, kegiatan yang digagas Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia tersebut tidak hanya menjadi agenda diplomasi kuliner, tetapi juga sarana memperkenalkan potensi investasi, perdagangan, pariwisata, dan budaya Kota Makassar kepada komunitas internasional.
Dalam jamuan diplomatik tersebut, para delegasi disuguhi beragam hidangan khas Sulawesi Selatan yang dikurasi secara khusus sebagai representasi kekayaan rempah, tradisi memasak, serta perkembangan gastronomi Makassar sebagai kota pelabuhan yang telah menjadi titik pertemuan berbagai budaya selama berabad-abad.
“Malam ini kita menjamu para tamu dengan berbagai sajian makanan khas Sulawesi Selatan. Kita juga menampilkan budaya melalui pertunjukan seni dan musik. Ini menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan Makassar secara lebih luas,” kata Munafri yang akrab disapa Appi.
Suasana malam diplomasi semakin semarak dengan pementasan epik La Galigo di atas panggung berbentuk kapal pinisi, simbol kejayaan maritim masyarakat Sulawesi Selatan. Pertunjukan tersebut menghadirkan pengalaman budaya yang mengajak para tamu menelusuri jejak peradaban Bugis-Makassar melalui sajian seni yang sarat nilai sejarah dan filosofi.





