
Untuk itu, Dinkes Makassar kembali mengingatkan pentingnya penerapan gerakan 3M Plus sebagai langkah sederhana namun efektif dalam memutus rantai penularan DBD.
Gerakan tersebut meliputi menguras tempat penampungan air secara rutin sedikitnya satu kali dalam sepekan, menutup rapat seluruh wadah penampungan air agar tidak menjadi tempat nyamuk bertelur, serta mengubur atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.
Sementara itu, penerapan Plus dilakukan dengan menggunakan losion antinyamuk, memasang kawat kasa pada ventilasi dan jendela rumah, tidur menggunakan kelambu bila diperlukan, menjaga kebersihan lingkungan, serta melakukan pemeriksaan jentik nyamuk secara berkala.
Selain mendorong langkah pencegahan, Dinkes Makassar juga mengimbau masyarakat agar mengenali gejala awal DBD sehingga penanganan medis dapat dilakukan sedini mungkin.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi yang muncul secara mendadak, sakit kepala hebat, nyeri otot dan sendi, mual, serta tubuh terasa lemas.
Apabila disertai tanda bahaya seperti mimisan, muncul bintik-bintik merah pada kulit, muntah terus-menerus, atau penurunan kondisi tubuh, masyarakat diminta segera mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.





