MakassarNews

Dinkes Makassar Gencarkan Edukasi 3M Plus untuk Cegah Lonjakan Kasus DBD

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar terus mengintensifkan upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan mengedukasi masyarakat agar rutin menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap meningkatnya risiko penyebaran DBD, terutama saat memasuki musim hujan ketika populasi nyamuk Aedes aegypti cenderung meningkat.

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan melalui media sosial resmi Dinas Kesehatan Kota Makassar, DBD masih menjadi salah satu ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai. Nyamuk Aedes aegypti berkembang biak dengan cepat di genangan air yang banyak ditemukan di lingkungan permukiman.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan DBD sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan tempat berkembang biaknya nyamuk.

BACA JUGA  Pemkot Makassar Terima 1.000 Bibit Pohon dari BMPD Peduli pada Ajang Sulawesi Run 2025

“Kami di Dinas Kesehatan terus berupaya melakukan pengawasan dan edukasi. Namun, pencegahan DBD yang paling efektif dimulai dari rumah masing-masing. Jangan menunggu muncul kasus baru untuk mulai bergerak, karena keselamatan keluarga menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Untuk itu, Dinkes Makassar kembali mengingatkan pentingnya penerapan gerakan 3M Plus sebagai langkah sederhana namun efektif dalam memutus rantai penularan DBD.

Gerakan tersebut meliputi menguras tempat penampungan air secara rutin sedikitnya satu kali dalam sepekan, menutup rapat seluruh wadah penampungan air agar tidak menjadi tempat nyamuk bertelur, serta mengubur atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.

Sementara itu, penerapan Plus dilakukan dengan menggunakan losion antinyamuk, memasang kawat kasa pada ventilasi dan jendela rumah, tidur menggunakan kelambu bila diperlukan, menjaga kebersihan lingkungan, serta melakukan pemeriksaan jentik nyamuk secara berkala.

BACA JUGA  Pemkot Makassar Perdana Terlibat Langsung di MIWF 2026, Dorong Kolaborasi Kreatif Anak Muda

Selain mendorong langkah pencegahan, Dinkes Makassar juga mengimbau masyarakat agar mengenali gejala awal DBD sehingga penanganan medis dapat dilakukan sedini mungkin.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi yang muncul secara mendadak, sakit kepala hebat, nyeri otot dan sendi, mual, serta tubuh terasa lemas.

Apabila disertai tanda bahaya seperti mimisan, muncul bintik-bintik merah pada kulit, muntah terus-menerus, atau penurunan kondisi tubuh, masyarakat diminta segera mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Melalui gerakan “Makassar Sehat, Keluarga Hebat!”, Dinas Kesehatan Kota Makassar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan DBD terus meningkat sehingga risiko lonjakan kasus dapat ditekan melalui kolaborasi antara pemerintah dan partisipasi aktif seluruh warga. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button