
“Pengelolaan sampah bukan hanya tentang menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga bagaimana memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketika sampah diolah menjadi kompos, dimanfaatkan untuk kebun, lalu hasilnya memiliki nilai ekonomi, maka di situlah tercipta gerakan yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Melinda berharap pengalaman Kota Makassar dalam membangun budaya pengelolaan sampah berbasis keluarga dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah kota lainnya. Menurutnya, kolaborasi antardaerah menjadi langkah penting untuk menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan, dengan keluarga sebagai titik awal perubahan perilaku masyarakat. (*)





