MakassarNews

Melinda Aksa Bagikan Praktik Baik Pengelolaan Sampah Makassar di Ladies Program Rakernas APEKSI 2026

“Kalau di hulu masyarakat belum mampu memilah sampah dan mengubah kebiasaan, maka TPA akan terus terbebani oleh sampah yang sebenarnya sudah tidak boleh lagi berakhir di sana. Karena itu, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam pengelolaan sampah,” ujar Melinda.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Kota Makassar bersama TP PKK terus memperkuat edukasi hingga ke tingkat RT dan RW sebagai bagian dari upaya mencapai target Makassar Bebas Sampah 2029.

Sebagai mitra strategis pemerintah, TP PKK Kota Makassar juga mengintegrasikan isu pengelolaan sampah ke dalam berbagai program kerja. Edukasi tersebut diperkuat melalui sinergi dengan Pokja Bunda PAUD agar kesadaran menjaga lingkungan dapat ditanamkan sejak usia dini kepada anak-anak dan keluarga.

BACA JUGA  Bappeda Makassar Bahas Legal Drafting Ranwal Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Putus Sekolah

Selain itu, gerakan pengelolaan sampah juga menjadi bagian dari sejumlah program unggulan TP PKK, seperti PKK Goes to School, PKK Borong Mangan, hingga Program Hatinya PKK yang dijalankan Pokja III.

Melalui program tersebut, sampah organik hasil pemilahan masyarakat diolah menjadi kompos untuk mendukung kebun-kebun Hatinya PKK. Hasil panennya kemudian dimanfaatkan maupun dipasarkan oleh para kader PKK, sehingga tercipta ekosistem ekonomi sirkular yang tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

BACA JUGA  Kontingen Kaltim Sabet Juara Umum Kedua di Ajang Pra Popnas, Keberhasilan Terbesar Cabor Tinju

Lihat Semua

Previous page 1 2 3Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button