
“Di tengah banjir informasi tanpa batas, media harus menjadi pihak yang paling dipercaya dalam menyajikan kebenaran, bukan sekadar menjadi yang pertama,” ujarnya.
Jumaidil menegaskan JMSI hadir sebagai mitra strategis pemerintah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun ekosistem informasi yang sehat tanpa mengurangi independensi pers sebagai pilar demokrasi.
Ia menekankan bahwa fungsi kontrol sosial tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kerja-kerja jurnalistik. Kritik yang disampaikan media harus berbasis data, objektif, berimbang, serta memberikan solusi bagi kepentingan publik.
Selain itu, JMSI Luwu Timur berkomitmen mendukung promosi potensi daerah melalui pemberitaan yang berkualitas, mulai dari sektor pertambangan, pertanian, pariwisata, UMKM, hingga kekayaan budaya lokal agar semakin dikenal secara nasional maupun internasional.
JMSI juga mengajak seluruh perusahaan media anggotanya menjadi garda terdepan dalam memerangi hoaks, disinformasi, dan berbagai bentuk manipulasi informasi yang dapat mengganggu persatuan masyarakat.
Sementara itu, Ketua JMSI Sulawesi Selatan Ilham Husain mengingatkan seluruh perusahaan media yang tergabung dalam JMSI agar tetap menjadikan verifikasi sebagai fondasi utama dalam setiap produk jurnalistik.





