
Melalui pendekatan tersebut, peserta didik tidak hanya memahami teori mengenai kebencanaan, tetapi juga dibekali keterampilan praktis dan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat.
Hingga pertengahan 2026, inovasi SALAMA telah menjangkau sebanyak 18.090 penerima manfaat di berbagai sekolah di Kota Makassar. Capaian itu menjadi bukti bahwa pendidikan kebencanaan dapat disampaikan dengan cara yang menyenangkan tanpa mengurangi substansi kesiapsiagaan.
Koordinator Bidang Invensi dan Inovasi BRIDA Kota Makassar, Dr. Muhammad Amri Akbar, S.P., M.Si., menilai SALAMA memiliki nilai strategis karena mampu meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pendidikan kebencanaan sejak usia dini.
“SALAMA merupakan inovasi yang memiliki nilai strategis. Selain menghadirkan pendekatan baru dalam edukasi kebencanaan, inovasi ini juga menunjukkan dampak yang nyata dan berpotensi menjadi salah satu inovasi unggulan pada IGA 2026,” ujarnya.
Menurut Amri, BRIDA terus memberikan pendampingan melalui program SiGAP INKuBATORMA yang terintegrasi dengan SIGAP Inovasi agar setiap perangkat daerah mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya memenuhi indikator penilaian nasional, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.





