
Dari hasil pemantauan di lapangan, Komisi B melihat adanya peningkatan debit air yang cukup signifikan. Jika sebelumnya suplai ke wilayah utara hanya berkisar 100 liter per detik, kini meningkat menjadi sekitar 300 liter per detik atau bertambah sekitar 200 liter per detik.
Menurut Ismail, peningkatan tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun menghadapi persoalan keterbatasan pasokan air bersih.
“Kami melihat langsung debit air meningkat. Artinya suplai ke wilayah utara mulai membaik. Tinggal kita memastikan distribusinya benar-benar menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Ia mengungkapkan, persoalan air bersih di kawasan utara Makassar telah menjadi aspirasi masyarakat selama hampir dua dekade. Karena itu, Komisi B terus mengawal penyelesaiannya bersama Pemerintah Kota Makassar dan Perumda Air Minum.
“Kurang lebih dua tahun kami terus menyuarakan aspirasi masyarakat kepada Bapak Wali Kota. Alhamdulillah dengan perhatian pemerintah kota, hari ini hasilnya mulai dirasakan masyarakat,” ucapnya.
Ismail juga memberikan apresiasi kepada jajaran direksi Perumda Air Minum Kota Makassar yang dinilainya bekerja maksimal mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pelayanan air bersih.





