
Langkah pertama adalah mengoptimalkan operasional pompa Intake Manggala guna meningkatkan pasokan air baku.
“Kami memiliki tiga solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah utara. Yang pertama adalah memastikan pompa Intake Manggala beroperasi secara optimal,” jelasnya.
Strategi kedua dilakukan melalui pengerukan saluran air baku sepanjang sekitar tujuh kilometer dari kawasan Intake Manggala menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) Panaikang. Normalisasi saluran ini dilakukan karena sedimentasi yang telah menumpuk selama puluhan tahun sehingga mengurangi kapasitas aliran air.
“Alhamdulillah kami telah melakukan pengerukan sepanjang tujuh kilometer dengan kedalaman sedimentasi lebih dari dua meter. Sejak 1979 saluran ini belum pernah dikeruk sehingga memang sudah sangat membutuhkan normalisasi,” ungkapnya.
Adapun langkah ketiga yakni membangun koneksi jaringan perpipaan dari Macini Sombala menuju Gatot Subroto yang selanjutnya akan mendukung distribusi air ke wilayah utara Kota Makassar.
“Nanti distribusinya akan kami atur melalui jaringan di Gatot Subroto agar suplai ke wilayah utara semakin maksimal. Setelah itu kami bersama Komisi B akan kembali mengevaluasi wilayah-wilayah yang masih membutuhkan penguatan layanan,” katanya.





