
Meski demikian, ia berharap upaya tersebut terus dilanjutkan mengingat masih terdapat sejumlah wilayah yang membutuhkan perhatian, seperti Kelurahan Buloa dan Kecamatan Tallo.
“Insyaallah dengan direksi yang baru, termasuk Plt Direktur Utama saat ini, saya melihat mereka bekerja maksimal. Siang malam kami terus berkomunikasi. Dengan atensi Bapak Wali Kota, masyarakat utara kota kini mulai menikmati tambahan suplai air bersih,” katanya.
Ia optimistis persoalan distribusi air bersih yang selama ini menjadi keluhan warga dapat segera dituntaskan secara menyeluruh.
“Kurang lebih 20 tahun persoalan ini akhirnya mulai bisa diselesaikan. Mudah-mudahan seluruh wilayah utara segera menikmati pelayanan air bersih secara maksimal,” ujarnya.
Komisi B juga mendorong Perumda Air Minum tidak berhenti pada pengoperasian Intake Manggala. Peningkatan kapasitas produksi, kata Ismail, harus dibarengi pemerataan distribusi agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh pelanggan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, menjelaskan pihaknya telah menyiapkan tiga langkah strategis untuk memperkuat pelayanan air bersih di kawasan utara.





