
Ia mengungkapkan, Pemerintah Kota Makassar sebelumnya mengusulkan sebanyak 79 sekolah untuk mengikuti program revitalisasi. Dari jumlah tersebut, awalnya hanya 11 sekolah yang mendapat alokasi bantuan. Namun setelah melalui proses evaluasi, jumlah penerima meningkat menjadi 30 sekolah.
“Alhamdulillah, tadi disampaikan Ibu Kadis, dari 79 sekolah yang diusulkan, sudah sekitar 30 sekolah yang masuk. Ini capaian yang sangat baik,” ungkapnya.
Menurut Salim, peluang penambahan kuota revitalisasi masih terbuka apabila pada tahap berikutnya terdapat sekolah yang memenuhi kriteria prioritas.
Secara nasional, pada tahap awal Kemendikdasmen mengalokasikan anggaran sekitar Rp4,1 triliun untuk revitalisasi 3.886 sekolah, dengan prioritas bagi sekolah yang mengalami kerusakan berat, terdampak bencana, serta berada di wilayah afirmasi.
Setelah memperoleh tambahan anggaran melalui APBN Perubahan, pemerintah menyetujui revitalisasi sekitar 15.100 sekolah dari total sekitar 30.400 usulan yang masuk secara nasional, dengan nilai anggaran mencapai sekitar Rp15 triliun. Rata-rata setiap sekolah memperoleh alokasi sekitar Rp1 miliar, meski besarannya disesuaikan dengan tingkat kerusakan masing-masing sekolah.





