
“Manggala selama ini identik dengan TPA. Ke depan, kami ingin Manggala dikenal sebagai kecamatan percontohan dalam memilah sampah. Bukan lagi identik dengan bau dan kotor, tetapi menjadi simbol perubahan menuju lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penguatan budaya memilah sampah telah dimulai sejak 2020 melalui program Makassar Memilah Sampah (MMS) yang menjadikan Manggala sebagai wilayah percontohan. Program tersebut kini terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor bersama Dinas Ketahanan Pangan serta Dinas Perikanan dan Pertanian.
Peluncuran Bank Sentra Sampah dan Sentra Urban Farming, lanjut Melinda, merupakan bagian dari strategi pengembangan ekonomi sirkular yang diinisiasi DLH Kota Makassar. Kehadiran kedua fasilitas tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat melalui pengelolaan sampah dan pemanfaatan lahan produktif.
Pemerintah Kota Makassar juga menargetkan setiap RW memiliki sedikitnya satu bank sampah dan satu lokasi urban farming sebagai pusat edukasi, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.





