
Melalui program ini, Dekranasda berharap lahir generasi penenun baru yang mampu menghasilkan kain tenun berciri khas Makassar sekaligus memperkuat identitas wastra daerah.
Sementara itu, Ketua Panitia Harian HUT Dekranas ke-46, Sukarniaty Kondolele, mengatakan penyelenggaraan HKG PKK dan HUT Dekranas bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi wadah promosi produk kerajinan, wastra, dan UMKM dari seluruh Indonesia.
Sebanyak 203 stan diisi peserta dari berbagai provinsi, kabupaten, dan kota yang menampilkan beragam produk unggulan berbasis budaya dan kearifan lokal.
Antusiasme masyarakat juga sangat tinggi. Hingga 11 Juli, jumlah pengunjung tercatat mencapai sekitar 180 ribu orang dengan rata-rata 30 hingga 40 ribu pengunjung setiap hari. Pada puncak acara, jumlah pengunjung bahkan diperkirakan menembus 80 ribu orang dalam sehari.
Menurut Sukarniaty, tingginya angka kunjungan turut berdampak pada peningkatan transaksi serta menggerakkan berbagai sektor ekonomi, mulai dari hotel, transportasi, restoran, pusat kuliner, jasa perjalanan wisata, pusat oleh-oleh, hingga pelaku UMKM di berbagai kawasan Kota Makassar.





