
Saat ini, Dinas Sosial Kota Makassar juga tengah menyusun jadwal pelatihan lanjutan agar seluruh agen siap memberikan pendampingan kepada masyarakat.
Pada tahap awal, pendataan difokuskan kepada masyarakat kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Ke depan, pendataan melalui Perlinsos akan diperluas hingga mencakup seluruh warga Kota Makassar sebagai basis data perlindungan sosial yang lebih lengkap dan mutakhir.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, menilai penunjukan Makassar sebagai daerah percontohan menjadi momentum penting dalam membangun tata kelola perlindungan sosial yang semakin modern, transparan, dan berbasis data.
“Kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat kepada Makassar sebagai lokasi pilot project Piloting Digital Bansos menjadi momentum menghadirkan tata kelola perlindungan sosial yang semakin modern dan berbasis data,” ujarnya.
Menurutnya, transformasi digital tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial, memperkuat transparansi, sekaligus memastikan setiap warga yang memenuhi syarat memperoleh haknya berdasarkan data yang valid dan terintegrasi.





