
“Transformasi Smart City bukan sekadar menghadirkan teknologi, tetapi memastikan setiap inovasi benar-benar memberikan kemudahan dan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, seluruh layanan publik kami arahkan terintegrasi dalam satu ekosistem digital melalui Lontara+,” ujar Aliyah.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Makassar saat ini mengembangkan lima inisiatif utama Smart City, yakni Lontara+ Super App, Makassar Creative Hub, Makassar Incubator Center, City Security Surveillance and Command Center, serta Stadion Internasional.
Kelima inisiatif tersebut menjadi bagian dari strategi Makassar dalam menghubungkan layanan pemerintahan digital, inovasi, kewirausahaan, keamanan publik, pengembangan masyarakat, dan pembangunan infrastruktur perkotaan.
Aliyah juga memaparkan peta jalan pengembangan Lontara+ yang mulai 2026 difokuskan pada integrasi berbagai layanan publik dalam satu platform digital. Layanan yang akan terhubung mencakup administrasi kependudukan, perizinan usaha, perpajakan, profil warga, layanan kesehatan, penanggulangan bencana, transportasi pintar, pariwisata, layanan hukum, hingga berbagai kebutuhan layanan publik lainnya.





