
Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan AI, big data, Internet of Things (IoT), digital twin, teknologi hijau, keamanan siber, peningkatan kapasitas, hingga pertukaran pengetahuan antarkota.
“Melalui kolaborasi di ASEAN Smart Cities Network, kami ingin terus belajar, berbagi pengalaman, sekaligus membangun kemitraan untuk mewujudkan Makassar sebagai kota yang semakin cerdas, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan,” tuturnya.
Dalam forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi selaku tuan rumah turut memaparkan keberhasilan program Smart Kampung sebagai salah satu praktik terbaik pengembangan smart city di kawasan ASEAN. Program tersebut dinilai berhasil mengintegrasikan digitalisasi pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kualitas layanan pemerintahan hingga tingkat desa.
ASCN Annual Meeting 2026 menjadi momentum penting bagi kota-kota anggota ASEAN Smart Cities Network untuk memperkuat jejaring, bertukar pengalaman, dan mempercepat implementasi inovasi dalam mewujudkan pembangunan kota cerdas di kawasan ASEAN. (*)





