
Sejak diluncurkan pada Juli 2025, Lontara+ telah mencatat lebih dari 4,3 juta akses layanan dan menyelesaikan lebih dari 20 ribu laporan masyarakat.
Menurut Aliyah, Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat infrastruktur digital, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mempercepat penyelesaian pengaduan agar transformasi layanan digital dapat berjalan semakin optimal.
Selain Lontara+, Makassar juga memperkenalkan Makassar Creative Hub sebagai pusat kolaborasi inovasi yang mempertemukan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan investor.
Sementara itu, Makassar Incubator Center dikembangkan untuk mendukung pelaku UMKM dan wirausaha melalui program inkubasi bisnis, sertifikasi, pendampingan, pembiayaan, hingga akses pasar.
Di bidang keamanan dan kedaruratan, Makassar terus mengembangkan Command Center 112 yang mengintegrasikan layanan darurat, pemantauan CCTV, serta koordinasi lintas instansi secara real-time.
Ke depan, sistem tersebut akan diperkuat dengan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung analisis prediktif, mempercepat deteksi insiden, dan meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan. Pengembangan teknologi tersebut tetap dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan siber dan tata kelola data.
Aliyah menegaskan, transformasi Smart City tidak dapat dibangun secara sendiri, sehingga Makassar terus membuka peluang kolaborasi melalui jaringan ASEAN Smart Cities Network.





