
Kondisi ini menunjukkan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam mengurangi penggunaan barang sekali pakai serta meningkatkan kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.
Sebagai kawasan yang berbatasan langsung dengan laut, Ujung Tanah memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga pesisir dari pencemaran sampah. Sampah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi terbawa melalui saluran drainase maupun aliran sungai hingga bermuara ke laut.
Oleh karena itu, melalui Jelajah Sampah, masyarakat diajak memahami bahwa menjaga kebersihan pesisir dimulai dari langkah sederhana, yakni memilah dan mengelola sampah di lingkungan rumah tangga.
Selain aksi plogging, peserta juga mengikuti kelas edukasi dan praktik pengelolaan sampah. Mereka mempelajari cara mengolah sampah organik menjadi kompos, membuat eco enzyme, memanfaatkan limbah organik melalui budidaya maggot, serta mengenal pemanfaatan sampah anorganik melalui Bank Sampah yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular.
DLH Kota Makassar menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak dapat hanya bergantung pada proses pengangkutan menuju TPA. Perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor utama dalam mengurangi timbulan sampah sekaligus memperpanjang usia layanan tempat pemrosesan akhir. Karena itu, edukasi yang berkelanjutan terus dilakukan melalui berbagai program yang menyentuh langsung masyarakat.





