
SOLUSIMEDIA.ID, DEPOK — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memaparkan langkah strategis Pemerintah Kota Makassar dalam membenahi sistem pengelolaan sampah pada forum City-to-City Learning and Innovation Lab: Waste Management Practices yang digelar United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) di The Margo Hotel, Kota Depok, Selasa (28/7/2026).
Forum tersebut menjadi wadah bagi pemerintah daerah dari berbagai wilayah di Indonesia untuk saling berbagi praktik baik, pengalaman, dan inovasi dalam pengelolaan sampah perkotaan yang berkelanjutan.
Dalam paparannya, Munafri mengungkapkan bahwa Makassar tengah menghadapi tantangan besar akibat kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang selama bertahun-tahun masih menggunakan sistem open dumping, sehingga pemerintah kota harus menerima sanksi administrasi.
“Hari ini kami dalam posisi disuspend atau memiliki sanksi administrasi di TPA. Karena TPA kami seluas 21 hektare dengan timbunan sampah mencapai enam hingga tujuh meter dan masih menggunakan sistem open dumping,” ujarnya.
Menurut Munafri, kondisi tersebut menjadi titik awal bagi Pemkot Makassar untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh, dimulai dari transformasi pengelolaan TPA sesuai dengan arah kebijakan pemerintah pusat.





