
“Kita ingin mengedukasi masyarakat terlebih dahulu dengan pendekatan yang humanis. Sanksi adalah langkah terakhir apabila aturan tetap tidak diindahkan,” ujarnya.
Helmy berharap perubahan sistem ini menjadi momentum membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah di Makassar. Ia optimistis, dengan dukungan masyarakat, Makassar dapat menjadi salah satu daerah percontohan pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan di Indonesia. (*)





