
“Kalau setiap hari ada konflik horizontal, konflik keagamaan, orang tidak akan mau datang. Maka dari itu, baseline, dasar dari segalanya adalah kerukunan antarumat beragama yang harus kita jaga dengan baik,” jelasnya.
Appi berharap kepengurusan FKLA Sulsel yang baru dikukuhkan dapat segera menerjemahkan semangat kolaborasi tersebut ke dalam aksi nyata di tengah masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh elemen lintas agama untuk turut berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di Kota Makassar, termasuk mendukung peningkatan akses pendidikan.
Menurutnya, sekolah-sekolah swasta yang dikelola berbagai organisasi dan lembaga keagamaan dapat berperan membantu menampung peserta didik yang belum memperoleh tempat di sekolah negeri, dengan dukungan pembiayaan dari Pemerintah Kota Makassar melalui APBD.
Selain itu, Appi turut mengajak para tokoh agama menjadi mitra pemerintah dalam menyukseskan program pengelolaan sampah. Ia menilai para pemuka agama memiliki pengaruh besar dalam membangun kesadaran masyarakat untuk mengubah perilaku, termasuk membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah.





