
Salah satu fokus perhatian program OCEANS adalah diare pada anak. Penyakit ini dapat mengganggu penyerapan zat gizi sehingga berdampak terhadap pertumbuhan, meskipun anak telah memperoleh asupan makanan bergizi.
Konsep One Health kemudian diterapkan melalui serangkaian intervensi yang saling melengkapi. Pada aspek pangan, tim memanfaatkan ikan nila hasil budidaya bioflok sebagai sumber protein untuk makanan pendamping ASI (MPASI). Pada aspek kesehatan masyarakat, mahasiswa memperkuat edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mengurangi risiko penyakit infeksi. Sementara pada aspek lingkungan, program mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Salah satu implementasi pendekatan tersebut diwujudkan melalui Program SIPADIA (Siaga Pencegahan Diare pada Anak) yang dilaksanakan di UPT SD Inpres No. 189 Kanite, Desa Popo, pada Senin (27/7). Kegiatan ini mengajak siswa memahami pentingnya membiasakan perilaku hidup bersih sejak usia dini melalui metode belajar yang interaktif dan mudah dipahami.
Selama kegiatan, mahasiswa mengenalkan berbagai kebiasaan sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi kemudian dilanjutkan dengan praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) menggunakan enam langkah sesuai anjuran Kementerian Kesehatan. Seluruh siswa mempraktikkan setiap tahapan secara langsung dengan pendampingan mahasiswa untuk memastikan teknik yang dilakukan telah sesuai.





