
Menurutnya, tantangan pengasuhan anak saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. Di satu sisi teknologi mempermudah akses informasi dan pembelajaran, namun di sisi lain juga berpotensi membawa pengaruh negatif apabila tidak disertai pengawasan yang memadai.
“Maka yang perlu kita perhatikan, teknologi tidak hanya memberikan akses kemudahan kepada anak-anak, tetapi teknologi juga bisa memberikan dampak atau pengaruh buruk terhadap anak-anak kita,” katanya.
Karena itu, ia mengajak para orang tua dan seluruh pihak yang berinteraksi dengan anak untuk memperkuat pengawasan sekaligus memastikan anak tetap memiliki ruang bermain, belajar, dan bersosialisasi sesuai dengan tahap perkembangannya.
“Anak-anak kita harus tumbuh dan mempunyai ruang-ruang interaksi yang cukup di kota ini, sehingga kota ini bisa menjadi kota yang ramah anak,” tuturnya.
Munafri juga mengingatkan agar anak-anak tidak dipaksa menghadapi tanggung jawab yang melampaui usianya. Menurutnya, setiap anak berhak menikmati masa kecilnya dengan bermain, belajar, dan berkembang sesuai tahapan usia.
“Anak-anak tidak bisa dipaksakan oleh keadaan untuk bisa lebih dewasa daripada umurnya. Anak-anak harus dibawa, dibimbing sesuai dengan bagaimana usia mereka bertumbuh,” jelasnya.





