
Edukasi mengenai pola makan seimbang menjadi bagian penting karena pencegahan stunting berkaitan erat dengan pemenuhan gizi, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pemerintah melalui sistem pemantauan percepatan pencegahan stunting juga menempatkan periode tersebut sebagai masa penting untuk melakukan berbagai intervensi gizi.
Dalam pelaksanaannya, DASHAT menyasar kelompok yang memiliki peran penting dalam pemenuhan gizi keluarga, seperti ibu hamil, ibu menyusui, keluarga yang memiliki balita, hingga keluarga yang masuk kategori berisiko stunting.
Pemanfaatan bahan pangan lokal juga menjadi salah satu pendekatan utama. Selain lebih mudah diperoleh, bahan pangan lokal dapat diolah menjadi menu bergizi dengan biaya yang relatif terjangkau sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Di Kota Makassar sendiri, isu stunting menjadi salah satu bagian dari indikator pembangunan kesehatan daerah. Data Satu Data Kota Makassar mencatat prevalensi stunting pada balita sebesar 2,2 persen pada 2023, turun dibandingkan 8,7 persen pada 2019.
Karena itu, edukasi berbasis keluarga seperti DASHAT menjadi salah satu upaya untuk mempertahankan dan memperkuat perhatian terhadap pemenuhan gizi anak di tingkat rumah tangga.





