Perbankan Sulsel Catat Pertumbuhan Positif, Intermediasi Berjalan Optimal Hingga Juni 2026

Dari 24 kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Selatan, per Juni 2026, Makassar menempati peringkat teratas untuk penyaluran kredit yang mencapai Rp83,4 triliun disusul Palopo untuk periode yang sama sebesar Rp10,4 triliun, dan Bone sebesar Rp6,2 triliun.
”Makassar masih menjadi tempat penyaluran kredit produktif terbesar di Sulawesi Selatan. Mungkin ada juga di kabupaten dan kota lain di Sulawesi Selatan. Hanya saat pengajuan kredit, kantornya berada di Makassar. Jadi mereka mengajukan permohonan kredit melalui kantor perbankan di Makassar,” Ujar Muchlasin.
Dari sisi intermediasi, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 117,71 persen, mengindikasikan tingginya penyaluran kredit dibandingkan dana yang berhasil dihimpun. Meski demikian, kondisi tersebut masih diimbangi dengan kualitas kredit yang tetap terkendali. Hal ini terlihat dari rasio Non-Performing Loan (NPL) yang berada pada level 3,70 persen, mencerminkan risiko kredit yang masih dapat dikelola dengan baik oleh industri perbankan.
Berdasarkan komposisi Dana Pihak Ketiga, tabungan masih menjadi sumber dana utama masyarakat dengan nilai mencapai Rp92,03 triliun atau 61,45 persen dari total DPK. Selanjutnya, deposito tercatat sebesar Rp33,96 triliun dengan pangsa 22,68 persen, sedangkan giro mencapai Rp23,77 triliun atau 15,87 persen.





