Perbankan Sulsel Catat Pertumbuhan Positif, Intermediasi Berjalan Optimal Hingga Juni 2026

Sementara itu, berdasarkan tujuan penggunaannya, penyaluran kredit masih didominasi oleh kredit produktif yang mencapai Rp91,89 triliun atau 52,28 persen dari total kredit. Adapun kredit konsumsi tercatat sebesar Rp82,50 triliun dengan pangsa 47,72 persen. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa sektor perbankan tetap berperan dalam mendukung aktivitas ekonomi produktif, di samping memenuhi kebutuhan pembiayaan konsumsi masyarakat.
Secara keseluruhan, perkembangan perbankan Sulawesi Selatan hingga Juni 2026 menunjukkan kondisi yang tetap solid. Pertumbuhan aset, penghimpunan dana masyarakat, serta penyaluran kredit yang konsisten, disertai kualitas kredit yang masih terjaga, menjadi indikator bahwa sektor perbankan memiliki ketahanan yang baik dan terus berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.(*)





