
Shinta menyebutkan, ketidakpastian ekonomi global telah membawa dampak nyata terhadap dunia usaha, mulai dari meningkatnya biaya produksi, melemahnya daya beli masyarakat, hingga perlambatan investasi dan penciptaan lapangan kerja. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dipahami generasi muda karena akan memengaruhi arah pembangunan ekonomi, peluang kerja, dan daya saing Indonesia di masa mendatang.
Di sisi lain, Indonesia memiliki modal besar berupa bonus demografi yang didominasi oleh generasi muda. Namun, bonus tersebut tidak secara otomatis menjadi keuntungan ekonomi apabila tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Tantangan seperti kesenjangan keterampilan, rendahnya produktivitas tenaga kerja, serta belum optimalnya kesesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri menjadi pekerjaan bersama yang harus segera diatasi
“Masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh kekayaan sumber daya alamnya, tetapi oleh kualitas manusianya. Karena itu, kita harus membangun generasi yang memiliki keterampilan masa depan, mampu beradaptasi terhadap perubahan, serta memiliki keberanian menjadi entrepreneur dan pencipta lapangan kerja,” jelas Shinta.





