
Sebelum paparan materi, Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., dalam sambutan pembukaannya menyebutkan, tantangan global harus dijawab melalui transformasi pendidikan tinggi yang lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia usaha. Menurutnya, lulusan masa depan dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, daya analitis, serta kecakapan menyelesaikan persoalan kompleks yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi.
“Masifnya perkembangan AI, transisi menuju green economy, dan perang talenta merupakan tiga mega-tren yang sedang membentuk masa depan. Karena itu, perguruan tinggi harus mempersiapkan generasi yang tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga mampu menjadi penggerak inovasi dan kewirausahaan,” jelas Prof. JJ.
Peran perguruan tinggi tidak berhenti pada menghasilkan riset berkualitas. Hasil penelitian harus dihilirisasi menjadi teknologi, produk, maupun model bisnis yang memberikan nilai tambah bagi industri dan manfaat nyata bagi masyarakat. Atas dasar itu, Unhas terus memperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan bisnis kampus, hilirisasi riset, dan kolaborasi dengan dunia usaha agar semakin banyak lahir job creator dari lingkungan perguruan tinggi.





