
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan kesempatan kerja yang terbuka, setara, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh warga negara tanpa diskriminasi.
“Kegiatan ini diikuti sekitar 208 peserta yang terdiri dari penyandang disabilitas, pelaku usaha, serta perusahaan yang diharapkan dapat membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Mashur.
Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Dr. Sukro Muhab, mengatakan pengembangan kewirausahaan menjadi salah satu strategi penting dalam menekan angka pengangguran di Indonesia.
Ia menyebut sekitar 59 persen tenaga kerja Indonesia saat ini berada di sektor informal. Kondisi tersebut membuat penguatan kewirausahaan perlu terus dilakukan melalui pelatihan, pendidikan vokasi, serta berbagai program perluasan kesempatan kerja.
“Kementerian Ketenagakerjaan tidak hanya menyiapkan tenaga kerja siap masuk industri, tetapi juga mencetak masyarakat yang siap menjadi wirausaha sehingga mampu menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Sukro Muhab juga menyerahkan cendera mata kepada Aliyah Mustika Ilham sebagai bentuk apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Makassar terhadap pelaksanaan program perluasan kesempatan kerja.





