
“Seluruh tahapan tersebut adalah bagian dari proses menerjemahkan potensi pangan lokal menjadi inovasi yang dapat diperkenalkan dalam forum internasional,” kata Fadil.
Kesempatan mengikuti kompetisi tersebut diperoleh saat tim menjalani program Student Exchange di Malaysia melalui kerja sama Unhas dengan Politeknik Sultan Haji Ahmad Shah (POLISAS). Selama mengikuti kegiatan akademik dan budaya, tim memperoleh kesempatan berpartisipasi dalam kompetisi internasional ini.
Fadil berharap ProBRice dapat terus dikembangkan sebagai salah satu alternatif pangan fungsional berbasis bahan lokal. Pengembangan produk tersebut juga diharapkan membuka peluang pemanfaatan beras dan ikan gabus dalam rantai ekonomi daerah, termasuk bagi petani dan penyedia bahan baku.
Pengembangan ProBRice relevan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 2 (Tanpa Kelaparan) melalui diversifikasi pangan dan pengembangan produk dengan nilai gizi yang lebih baik. Inovasi ini juga mendukung SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui potensi peningkatan nilai ekonomi bahan baku lokal, serta SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan inovasi pangan berbasis sumber daya lokal.





