MakassarNews

Dinkes Makassar Perkuat Tracing dan Pencegahan TBC, Cakupan TPT Kontak Serumah Jadi Perhatian

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar memperkuat strategi penanggulangan tuberkulosis (TBC) dengan meningkatkan skrining, investigasi kontak, hingga pendampingan pengobatan. Langkah ini dilakukan menyusul masih adanya sejumlah indikator program TBC yang perlu ditingkatkan.

Kepala Dinkes Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, mengatakan berdasarkan evaluasi program TBC 2026, dari target penemuan 48.763 terduga TBC, baru 27.851 orang atau 57,11 persen yang berhasil ditemukan.

Sementara itu, dari target 9.030 kasus TBC terkonfirmasi, tercatat 5.556 kasus atau 61,53 persen.

“Capaian 57,11 persen menunjukkan bahwa upaya penemuan aktif atau active case finding maupun pasif sudah berjalan. Namun, masih terdapat sekitar 42,89 persen terduga tuberkulosis yang belum tersaring di dalam sistem skrining kesehatan,” kata Nursaidah.

Pada aspek pengobatan, sebanyak 4.578 pasien atau 82,40 persen telah menyelesaikan pengobatan secara adekuat. Namun, angka tersebut masih di bawah standar nasional minimal 90 persen.

BACA JUGA  HUT Dekranasda ke-46, Dekranasda Makassar Perkuat Industri Kriya Berkelanjutan Lewat Coaching Clinic dan Pameran Etnik

Dinkes Makassar juga menyoroti rendahnya cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi kontak serumah. Dari target 72.240 kontak serumah, baru 516 orang atau sekitar 0,71 persen yang mendapatkan TPT.

“Yang menjadi kendala di Kota Makassar yang sangat rendah adalah cakupan pemberian TPT atau terapi pencegahan tuberkulosis kontak serumah,” ujar Nursaidah.

Menurutnya, kontak serumah merupakan kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terpapar TBC sehingga perlu mendapatkan perhatian dalam upaya pencegahan.

Untuk meningkatkan capaian tersebut, Dinkes Makassar akan memperkuat strategi investigasi kontak di seluruh puskesmas dengan melibatkan kader kesehatan, komunitas, fasilitas kesehatan swasta, klinik hingga rumah sakit.

Selain itu, skrining aktif akan diperluas ke kelompok dan wilayah berisiko tinggi, seperti kawasan padat penduduk, tempat kerja, rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan, serta kelompok rentan seperti lansia, penyandang diabetes melitus dan kelompok dengan HIV.

BACA JUGA  Guru Jadi Prioritas, Pemkot Makassar Perkuat Ekosistem Pendidikan Lewat Lab School

“Langkah ini kita harapkan dapat memperluas jangkauan penemuan kasus sehingga semakin banyak kasus dapat ditemukan dan ditangani lebih awal,” jelasnya.

Dinkes Makassar juga memperkuat retensi pengobatan agar pasien tidak putus obat. Upaya tersebut dilakukan dengan meningkatkan peran Pengawas Menelan Obat (PMO) serta memanfaatkan teknologi komunikasi, termasuk pengawasan melalui aplikasi WhatsApp.

Penguatan tracing, skrining, investigasi kontak dan TPT tersebut diharapkan dapat mempercepat penemuan kasus sekaligus mencegah penularan TBC di lingkungan masyarakat.

Dinkes Makassar menargetkan kolaborasi lintas sektor hingga tingkat kelurahan, RT dan RW dapat semakin memperluas jangkauan penanggulangan TBC serta meningkatkan keberhasilan pengobatan pasien. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button