
Sebagian sampah organik, terutama sisa sayuran, telah dimanfaatkan peternak. Pemilahan tersebut turut menurunkan volume sampah residu yang sebelumnya sekitar 120 kilogram per hari menjadi sekitar 60 kilogram.
Namun, kedisiplinan pedagang dan masyarakat masih perlu diperkuat karena masih ditemukan sampah yang tidak dipilah sesuai tempat yang disediakan.
Direktur Utama Perumda Pasar Karya, Ali Gauli Arief, mengatakan pihaknya berkomitmen mengurangi sampah yang dibuang ke TPA. Pengelolaan sampah organik juga mulai diterapkan di sejumlah pasar, salah satunya melalui penggunaan komposter aerob di Pasar Pa’baeng-baeng.
Melinda menegaskan keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi pengelola pasar, pedagang, masyarakat, pemerintah, dan Dewan Lingkungan Hidup.
Ia menargetkan sebelum evaluasi berikutnya pada September 2026, perbaikan pengelolaan sampah dari hulu dapat mencapai lebih dari 90 persen.
“Target kita jelas. Sebelum evaluasi pada September nanti, kita harus bisa menunjukkan perbaikan pengelolaan sampah dari hulu secara signifikan, bahkan di atas 90 persen. Ini bukan hanya soal kebersihan pasar, tetapi bagaimana kita bersama-sama memastikan sampah yang masuk ke TPA benar-benar hanya residu,” kata Melinda.





