MakassarNews

Melinda Aksa Dorong 18 Pasar di Makassar Disiplin Pilah Sampah dari Sumber

Sebagian sampah organik, terutama sisa sayuran, telah dimanfaatkan peternak. Pemilahan tersebut turut menurunkan volume sampah residu yang sebelumnya sekitar 120 kilogram per hari menjadi sekitar 60 kilogram.

Namun, kedisiplinan pedagang dan masyarakat masih perlu diperkuat karena masih ditemukan sampah yang tidak dipilah sesuai tempat yang disediakan.

Direktur Utama Perumda Pasar Karya, Ali Gauli Arief, mengatakan pihaknya berkomitmen mengurangi sampah yang dibuang ke TPA. Pengelolaan sampah organik juga mulai diterapkan di sejumlah pasar, salah satunya melalui penggunaan komposter aerob di Pasar Pa’baeng-baeng.

BACA JUGA  Melinda Aksa Launching Dropbook Point di Sekolah Islam Al-Azhar 24, Perkuat Literasi Sejak Dini

Melinda menegaskan keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi pengelola pasar, pedagang, masyarakat, pemerintah, dan Dewan Lingkungan Hidup.

Ia menargetkan sebelum evaluasi berikutnya pada September 2026, perbaikan pengelolaan sampah dari hulu dapat mencapai lebih dari 90 persen.

“Target kita jelas. Sebelum evaluasi pada September nanti, kita harus bisa menunjukkan perbaikan pengelolaan sampah dari hulu secara signifikan, bahkan di atas 90 persen. Ini bukan hanya soal kebersihan pasar, tetapi bagaimana kita bersama-sama memastikan sampah yang masuk ke TPA benar-benar hanya residu,” kata Melinda.

BACA JUGA  Bappeda Makassar Dorong Integrasi Program HIV dalam Dokumen Perencanaan Daerah

Lihat Semua

Previous page 1 2 3 4Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button