
“Yang menjadi kendala di Kota Makassar yang sangat rendah adalah cakupan pemberian TPT atau terapi pencegahan tuberkulosis kontak serumah,” ujar Nursaidah.
Untuk memperbaiki kondisi tersebut, Dinkes Makassar akan memperkuat investigasi kontak dan melibatkan kader kesehatan, komunitas, fasilitas kesehatan swasta, klinik hingga rumah sakit.
Skrining aktif juga akan diperluas ke kawasan dan kelompok berisiko tinggi, termasuk wilayah padat penduduk, tempat kerja, lapas, lansia, penyandang diabetes, serta kelompok dengan HIV.
Dinkes Makassar juga memperkuat pendampingan pengobatan melalui peningkatan peran Pengawas Menelan Obat (PMO) dan pemanfaatan teknologi komunikasi, termasuk WhatsApp.
Pemkot Makassar berharap perluasan tracing, skrining, investigasi kontak, pemberian TPT, dan pendampingan pengobatan dapat mempercepat penemuan kasus serta menekan penularan TBC di Kota Makassar. (*)





