
Karena itu, ia meminta RT dan RW lebih aktif mengedukasi serta mengajak warga menjaga kebersihan, mengingat keduanya bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat lingkungan.
“Jangan hanya mengandalkan pemerintah. Mari kita semua bergerak bersama menjaga lingkungan, dimulai dari rumah dan lingkungan kita masing-masing,” ujar Munafri.
Ia menilai budaya hidup bersih harus dibangun secara konsisten, dimulai dari tingkat rumah tangga dan kemudian diperkuat melalui lingkungan RT dan RW.
Munafri juga meminta Ketua TP PKK Kecamatan Tamalanrea membangun struktur hingga tingkat RT yang memiliki perhatian khusus terhadap pengelolaan lingkungan hidup. Menurutnya, langkah tersebut dapat memperkuat gerakan kebersihan yang berbasis keluarga dan masyarakat.
Sementara itu, Kepala DLH Kota Makassar Dr. Helmy Budiman menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menangani persoalan sampah. Pemerintah, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat.
Ia mengajak warga membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah yang masih memiliki nilai guna juga diharapkan dapat dimanfaatkan kembali sehingga volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan dapat dikurangi.





