
“Persoalan kebersihan dan sampah membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari rumah tangga hingga lingkungan RT dan RW,” ujarnya.
Menurut Helmy, pola tersebut penting untuk membangun sistem persampahan yang tidak hanya berfokus pada pengangkutan, tetapi juga mengutamakan upaya pengurangan sampah sejak dari sumbernya.
Camat Tamalanrea Andi Patiroi turut mengapresiasi pelaksanaan Jelajah Sampah di wilayahnya. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, RT/RW, TP PKK, dan masyarakat.
“Ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, tetapi tanggung jawab kita bersama,” kata Andi Patiroi.
Dalam rangkaian kegiatan, peserta juga meninjau pengelolaan sampah di TPS3R Tamalanrea. Fasilitas tersebut menjadi salah satu sarana dalam mendorong pengurangan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Aksi bersih lingkungan juga menghasilkan sampah yang kemudian ditimbang dan dipilah. Dari kegiatan tersebut terkumpul 3,12 kilogram sampah anorganik, 1,02 kilogram sampah organik, 8,74 kilogram sampah residu, serta 0,18 kilogram sampah bahan berbahaya dan beracun (B3).





