
Zikir Kebangsaan jmenjadi ruang silaturahmi antara pemerintah, tokoh agama, mahasiswa, organisasi masyarakat, dan masyarakat umum. Pertemuan lintas kelompok tersebut diharapkan dapat memperkuat kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap kondisi bangsa.
Momentum HUT ke-81 RI dimanfaatkan untuk menumbuhkan optimisme dan semangat kebersamaan. Kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai perayaan sejarah, tetapi juga sebagai tanggung jawab untuk merawat persatuan dan menciptakan kehidupan masyarakat yang aman serta damai.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Babussalam menegaskan pentingnya kesadaran kolektif bahwa perbedaan pandangan tidak harus berujung pada perpecahan. Sebaliknya, setiap perbedaan dapat diselesaikan melalui dialog, musyawarah, dan cara-cara damai tanpa mengorbankan persatuan dan kesatuan bangsa.
Bersatu dalam doa, tangguh dalam persatuan, menjadi pesan yang diharapkan terus hidup setelah kegiatan berakhir—menjadi komitmen bersama untuk menjaga kedamaian Makassar dan keutuhan NKRI.(*)





