
Sementara terkait APBD, kajian akan diarahkan untuk mengukur sejauh mana belanja pemerintah mampu menciptakan perubahan nyata bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan anggaran tidak cukup dilihat dari besarnya nilai belanja, tetapi dari dampak yang dihasilkan.
Adapun pada sektor pendidikan, CIDES akan melihat kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan tenaga kerja di Makassar. Kajian tersebut diharapkan dapat memetakan kebutuhan lapangan kerja dalam dua hingga tiga tahun ke depan sebagai bahan penyusunan kebijakan pendidikan.
“Yang kita ingin lihat adalah perubahan, bukan hanya berapa tinggi pertumbuhan ekonomi, tetapi apa perubahan yang diciptakan untuk masyarakat Kota Makassar,” ujar Prof. Hamid.
CIDES juga siap mendukung kajian terhadap sejumlah agenda pembangunan Makassar, termasuk penataan kota, relokasi, pengelolaan sampah, urban farming, hingga pembangunan stadion.
Menurut Prof. Hamid, kekuatan CIDES terletak pada jaringan akademisi dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi yang dapat dilibatkan untuk menghasilkan riset, kajian, dan policy brief sesuai kebutuhan pemerintah.





