MakassarNews

Munafri Dorong Pertanian Makassar Berbasis Teknologi di Tengah Keterbatasan Lahan

Ia menilai kondisi tersebut menuntut adanya perubahan pola pengelolaan pertanian. Dengan luas lahan yang terbatas, Makassar tidak dapat sepenuhnya mengandalkan sistem pertanian konvensional dan perlu memperluas pemanfaatan teknologi.

“Dengan lahan yang tidak tersedia dalam jumlah besar, kita berharap pembangunan ke depan menggunakan teknologi-teknologi pertanian,” ujar Appi.

Salah satu inovasi yang tengah disiapkan Pemkot Makassar adalah pembangunan greenhouse berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu menjaga produktivitas tanaman sehingga tidak terlalu bergantung pada kondisi cuaca.

BACA JUGA  Wawali Gandeng DP3A Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Seksual di Makassar

Menurut Appi, pengembangan teknologi juga tidak berarti mengesampingkan lahan persawahan yang masih tersedia. Produktivitas sawah tetap akan ditingkatkan melalui intensifikasi dan peningkatan frekuensi musim tanam dengan dukungan sarana serta teknologi pertanian.

Ia mencontohkan lahan persawahan sekitar 20 hektare yang saat ini telah memasuki musim tanam kedua. Lahan tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan hingga tiga kali musim tanam dalam setahun.

“Ini musim tanam kedua, mereka sudah bisa panen. Luasannya kurang lebih 20 hektare. Kemudian bisa tiga kali tanam. Ini sangat luar biasa,” kata Appi.

BACA JUGA  Sinergi Pemkot dan Kepolisian, Polemik Pasar Butung Ditarget Tuntas Secara Hukum

Lihat Semua

Previous page 1 2 3 4 5Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button